Membicarakan televisi (TV) mengingatkan kita pada tahun 1980an, di mana televisi masih merupakan barang langka. Jikapun ada, televisi hitam-putih sudah merupakan barang yang mewah. Hanya sedikit rumah, -apalagi di kampung-kampung-, yang di dalamnya dapat ditemukan televisi. Apabila ada film nasional disiarkan, orang satu kampung bisa menjejal-penuhi rumah si pemilik.
Akan tetapi, amboi..., saat ini hampir semua rumah, bahkan di kampung sekalipun, sudah memiliki televisi. Dan bahkan berwarna. Pertanda kemajuan/peningkatan kesejahteraan-kah? Bisa jadi. Seiring dengan itu adalah fakta bahwa hampir seluruh televisi yang ada adalah
profit oriented. Lalu, apakah keberadaan televisi benar-benar membawa lebih banyak hal yang positif?